Infrastruktur Industri
Mempelajari hubungan antara produsen, distributor, retailer, kontraktor, dan pengguna akhir.
- Interoperabilitas pelaku
- Aliran informasi
- Kemandirian retailer
Kami mempelajari cara industri material bangunan Indonesia bekerja, menemukan infrastruktur yang belum tersedia, lalu membangun teknologi, sistem data, dan standar untuk tahap perkembangannya berikutnya.
Mandat / 2026
Produk menjawab kebutuhan industri hari ini. Research mempelajari apa yang akan dibutuhkan industri berikutnya.
Lihat pertanyaan kamiPertanyaan aktif
Bagaimana identitas produk material bangunan seharusnya distandarkan?
Mengapa digitalisasi toko tetap lambat ketika industrinya terus tumbuh?
Bagaimana AI dapat memahami material, ruang, ukuran, dan tekstur dari sebuah foto?
Lapisan data apa yang belum dimiliki distribusi material bangunan Indonesia?
Area penelitian
Area berkembang ketika kami menemukan masalah baru. Batas antar-area sengaja terbuka karena persoalan industri jarang berdiri sendiri.
Mempelajari hubungan antara produsen, distributor, retailer, kontraktor, dan pengguna akhir.
Membangun cara yang konsisten untuk mengenali, menamai, dan menemukan produk lintas katalog.
Menguji sistem yang dapat mengenali material dan membantu keputusan tanpa menghapus konteks manusia.
Meneliti digitalisasi retailer, inventori, logistik, penetapan harga, dan pengadaan.
Merancang dataset, skema, pengenal, API, dan standar yang dapat digunakan bersama oleh industri.
Mempelajari bagaimana komputer memahami ruang, permukaan, dimensi, tekstur, dan material fisik.
Publikasi unggulan / 001
Digitalisasi retailer material bangunan bukan terutama masalah kekurangan aplikasi. Masalahnya adalah belum adanya infrastruktur data yang membuat aplikasi dapat bekerja secara konsisten.
Pertanyaan utama
Mengapa toko bahan bangunan tetap sangat manual ketika hampir semua industri lain semakin terdigitalisasi?
Prinsip kerja
Kami mencoba memahami batasan yang menghambat industri hari ini, kemudian membangun infrastruktur yang membuat apa yang sebelumnya sulit menjadi mungkin.
Kami mulai dari batasan yang benar-benar dihadapi industri, bukan dari teknologi yang ingin digunakan.
Klaim harus dapat ditelusuri ke data, observasi, eksperimen, atau sumber yang dapat diperiksa.
Temuan, dataset, dan standar dibuka ketika hal itu dapat mempercepat kemajuan industri.
Riset tidak berhenti sebagai laporan. Jika teknologi dapat mengujinya, kami mencoba membangunnya.
Nilai sebuah pekerjaan tidak hanya diukur dari pendapatan atau penerapan langsung hari ini.
Research × Product
Tidak semua riset harus menjadi produk. Namun ketika sebuah temuan dapat diuji melalui teknologi, Mitra Material membangun prototipe, sistem, atau standar untuk membuktikannya di dunia nyata.