Tentang Mitra Material

Infrastruktur digital untuk toko bahan bangunan Indonesia.

Mitra Material Bangunan dibangun untuk membantu toko bahan bangunan bekerja lebih rapi: dari katalog, webstore, data gudang, QR sample, visualisasi produk, sampai analytics operasional.

Cerita singkat

Dari sistem keramik dan granit menjadi platform bahan bangunan yang lebih luas.

Mitra Material berangkat dari masalah yang sering muncul di toko: sample fisik ada, tetapi data produk, stok gudang, foto, ukuran, motif, dan informasi pendukung masih tersebar.

Karena itu platform ini tidak hanya membuat webstore. Ia disusun sebagai fondasi digital untuk katalog, data gudang, QR sample, visualisasi produk, pencarian visual, dan analytics.

Awal operasi

Kalimantan Timur

Fokus wilayah operasional awal sampai sebelum ekspansi 2026.

Ekspansi 2026

Jawa Barat

Mulai membuka langkah menuju cakupan nasional.

Kategori awal

Keramik & granit

Fondasi produk dan fitur visual pertama lahir dari kategori ini.

Timeline

Perjalanan produk

Juni 2023

Awal pengembangan

Riset dan pengembangan awal dimulai dari kebutuhan digitalisasi toko keramik dan granit. Pada fase ini produk belum rilis, fokusnya membangun fondasi sistem.

Agustus 2024

MVP pertama rilis

Versi awal platform mulai bisa dipakai untuk memvalidasi ide katalog, webstore, dan alur digital toko.

April 2025

Mulai stabil dipakai Mitra pertama

Sistem mulai cukup stabil untuk digunakan beberapa Mitra pertama, terutama pada kebutuhan katalog, webstore, dan data produk.

Mei 2026

Identitas baru dan ekspansi nasional

Platform berganti identitas menjadi Mitra Material Bangunan dan mulai diarahkan untuk melayani toko bahan bangunan secara lebih luas.

Visi

Menjadi fondasi digital yang membuat toko bahan bangunan di Indonesia lebih siap melayani pelanggan, membaca kebutuhan pasar, dan terhubung ke data gudang secara lebih rapi.

Misi

Menyediakan webstore, katalog, QR sample, visualizer, pencarian visual, analytics, dan alat bantu operasional yang mudah dipakai pemilik toko tanpa harus membangun sistem sendiri.

Berangkat dari realita toko

Katalog tersebar, stok gudang sulit dipastikan, dan pelanggan sering butuh penjelasan visual sebelum membeli.

Data harus bisa dipercaya

Informasi produk dan stok perlu dirapikan lebih dulu agar Mitra tidak mengambil keputusan dari data yang kabur.

Dibuat untuk kerja harian

Fitur besar seperti webstore, QR, visualizer, dan analytics disusun untuk membantu pelayanan toko, bukan sekadar tampil modern.

Ekosistem

Jembatan antara toko, gudang, dan data operasional.

Tujuannya sederhana: jika seseorang memiliki toko bahan bangunan, ia punya sistem yang cukup lengkap untuk menjalankan etalase digitalnya tanpa membangun semuanya dari nol.

Untuk Mitra

Pemilik toko mendapat dashboard, katalog siap pakai, webstore, QR sample, analytics, alat bantu hitung, dan fitur visual untuk membantu pelayanan pelanggan.

Untuk Gudang

Gudang mendapat jalur agar produk dan stoknya lebih mudah ditemukan oleh toko sekitar yang membutuhkan pasokan.

Untuk Industri

Data produk, stok, minat pelanggan, dan aktivitas webstore dibaca sebagai sinyal agar keputusan jualan tidak hanya berdasarkan tebakan.